Langsung ke konten utama

Postingan

Cara Menulis Fiksi

Air Cat Gas Air  hujan yang baru saja usai tertumpah, otomatis langsung menghapus bau  cat  di tembok rumahku. Anugerah yang luar biasa mencium bau hujan sehabis lelah menimpa. Syaraf-syaraf penatku yang tersumbat bau kimia, langsung mencair diporak-porandakan oleh gelombang oksigen. Aku seakan berenang di  gas  yang jernih di beranda rumah. Ski Zat Alur Lima  ski  yang dikendarai anak-anak meluncur bersamaan derasnya gelombang air di jalan depan rumah. Wow, begitu liarnya imaji bocah sehingga mereka menjadikan pelepah pisang sebagai papan luncur. Hanya karena ingin menikmati air pancuran dari langit. Ingin rasanya balik lagi ke masa kecil, bukan hanya jiwa kekanak-kanakanku yang terperangkap dalam tubuh jenjang.Kalau saja ada  zat  pengubah yang bisa mengubahku ke tubuh kecil, akan kubeli dengan harga berapapun. Dan kalau itu benar terjadi, aku akan mengubah semua  alur  trauma masa keci...

Cara Menulis Berita

Cara Mudah Menulis Berita Berita adalah laporan peristiwa terbaru. Peristiwa lama bukan lagi berita, paling-paling jadi berita basi. Peristiwa yang dilaporkan itulah berita. Berita harus selalu mengandung hal baru. Sebagaimana akar kata berita (news), yakni “new” (baru). Unsur Berita: 5W+1H Laporan itu berisi 5W+1H, enam unsur yang wajib ada dalam sebuah berita, yakni apa yang terjadi (what, apa), apa penyebabnya atau kenapa terjadi (why, kenapa), kapan kejadiannya (when), di mana (where), siapa yang terlibat dalam kejadian itu atau siapa aktornya (who), dan bagaimana kejadiannya (how). Jadi, sebelum dituliskan, kumpukan dulu data-data tersebut (penuhi unsur 5W+1H), cek dan ricek, tabayun, yakinkah semuanya benar dan akurat. Setelah itu, mulailah menulis berita. Bahasa Jurnalistik: Sederhana dan Hemat Kata! Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= hemat kata, kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; ...

Tips Menulis Opini

Menulis opini, bagi sebagian orang, merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Banyak tips yang diberikan dalam menulis opini. Baik itu dengan mengenal ciri khas koran tersebut, ataupun dengan mengenal langsung redaksinya. Walaupun begitu, dalam tulisan singkat ini, saya tidak akan membahas mengenai cara mengenal ciri khas koran ataupun cara mengirim tulisan tersebut. Dalam tulisan ini, saya akan membahas cara-cara menghasilkan sebuah opini yang akan dituangkan kepada publik. Terlepas dari definisi pasti mengenai opini, secara garis besar opini dapat diartikan dengan sebuah pendapat yang bersifat argumentatif atau mempunyai landasan. Setidaknya, ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk menulis sebuah opini. 1.  Mencari Permasalahan Yang dimaksud dengan permasalahan di sini adalah hal yang akan kita bahas. Bisa melalui berita-berita di koran, bisa juga melalui peringatan-peringatan hari besar, maupun musibah ataupun kejadian-kejadian penting.Sebagai contoh, permasalahan yang a...

Menyikapi Pemberhentian Dana APBD Bagi Klub

Ditengah pincangnya induk persepakbolaan Indonesia yang terintervensi kepentingan politik dan dalam bayang-bayang sanksi FIFA, masalah lain telah menghadang PSSI yang mudah-mudahan segera terbentuk itu. Keputusan mengenai pemberhentiaan kucuran dana APBD terhadap klub-klub di Indonesia jelas akan memberikan dampak yang tidak kecil. Karena  kita tahu, lebih dari  90%  klub di Indonesia dihidupi kucuran dana APBD. Dalam sepak bola modern memang tidak diperbolehkan menggunakan uang rakyat, akan tetapi kondisi sekarang tampaknya masih kurang bersahabat dengan kebijakan ini. Rata-rata klub ISL saja membutuhkan biaya diatas 10 miliyar dalam semusim, bahkan tidak sedikit yang menyentuh angka berkisar 20 miliyar. Dana sebesar itu sulit di dapat jika hanya mengandalkan sponsor, apalagi tidak banyak perusahaan yang siap memberikan sponsor ditengah perekonomian yang serba sulit. Pendapatan lewat karcis pun hanya bisa di nikmati oleh klub yang memiliki supporter besar seperti Are...

Jadi Pemandu, Ditengah Kuliah

“Dek, kalo mau naik dari sebelah sana, ga boleh dari sini” Teriakan itu keluar dari mulut salah seorang pemandu yang bertugas di tempat bermain anak-anak di salah satu sudut taman pintar.  Pemuda bernama Muhammad Sigit Prihanto Itu sudah 1tahun bekerja di taman pintar sebagai pemandu. Dengan uang yang dia terima dari pengelola, tugas menjaga keselamatan pengunjung berada didalam tanggung jawabnya. Sepak terjangnya untuk memulai kehidupan yang sebenarnya dimulai pasca pria bertubuh besar itu lulus SMA, tepatnya pada tahun 2006 pria yang akrab di panggil sigit berkelana dari Kota Jepara ke kota yang dikenal sebagai barometer pendidikan yakni Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikanya.  Di Yogyakarta sigit diterima disalah satu perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta yakni Universitas Ahmad Dahlan di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dengan harapan kelak bisa berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa.

Toleransi di Kota Cirebon

Gelar kota cirebon sebagai kota wali membuat masyarakat luar Cirebon menganggap Cirebon adalah salah satu miniatur Negara islam yang 99% mayoritas penduduknya beragama islam, dimana dalam benaknya di cirebon pesantren banyak berserakan, masjid dimana-mana dan minus tempat-tempat ibadah umat beragama lain. Namun semua pandangan itu kurang tepat, karena itu terjadi dimasa lalu, kini kota Cirebon telah berubah menjadi kota yang kental akan pluralitas keberagamaan. Yang akan saya ceritakan adalah kehidupan toleransi umat beragama di kota Cirebon, bukan di kabupaten Cirebon. Karena di kabupaten Cirebon hampir 99% beragama islam, sedangkan di kota Cirebon orang muslim berkisar75% saja, sehingga akan lebih menarik untuk melihat seperti apa toleransi beragama yang ada di kota Cirebon. Selain umat islam, umat beragama lain yang banyak bermukim di kota Cirebon adalah Kristen dan ada segelintir yang beragama konghuchu. Keuanya berasal dari etnis chines yang kini banyak dijumpai di kota Cirebon. D...

Kontak Person

No HP             : 08996303474 Twitter                        : @follyargan FB                   : Folly akbar Email               : Follyakbar@ymail.com Blog                : follyakbar.blogspot.com Wordpress       : follyakbar.wordpress.com Multiply          : follyakbar.mutiply.com