Foto Organisasi BCS menjadi salah satu tumpuan para penderita kanker untuk mendapat edukasi dan kekuatan hidup. Mereka juga memiliki rumah singgah yang dapat diakses dengan harga terjangkau. FOLLY AKBAR, Bandung --- KOMUNITAS ini lahir di sebuah sudut Kota Bandung, di Aula Gereja Pandu, belasan tahun lalu. Pendirinya adalah tiga perempuan penyintas kanker. Salah satu di antaranya, Yanti Setiawadi. Dia menjadi motor penggerak dan sosok yang hingga kini terus memberikan semangat dan harapan bagi banyak orang yang bergelut dengan penyakit ganas tersebut. Kepada Jawa Pos, Yanti yang kini menjabat ketua mengenang kembali awal terbentuknya Bandung Cancer Society. ”Sebenarnya grup ini didirikan para penyintas kanker, termasuk saya sendiri,” ujarnya pekan lalu. Saat itu, 17 tahun lalu, dia kesulitan untuk menemukan teman yang bisa diajak berbagi pengalaman tentang kemoterapi. Padahal, terapi itu dibutuhkannya. Juga orang-orang yang bernasib sama sepertinya. ”Akhirnya saya berpikir, ...