Langsung ke konten utama

Postingan

Asa Maryam Soedjono, Cucu Pahlawan Nasional Haji Agus Salim Untuk Menerbitkan Buku

Di usia yang sudah menginjak 83 tahun, Maryam Soedjono ingin bisa menerbitkan kumcer yang ditulisnya sejak usia muda. Sebagai cucu dari anak tertua, dia kerap menyaksikan Haji Agus Salim menuangkan gagasan dalam tulisan. FOLLY AKBAR, Jakarta, Jawa Pos --- SUARA Maryam Soedjono pelan, lirih, dan terkadang sedikit terbata-bata. Tapi, begitu bicara soal karyanya, wanita berusia 83 tahun itu dengan segera tampak lebih antusias. Karya yang dimaksud adalah kumpulan cerita (kumcer) berjudul Cerita tentang Suaka dan Cerita-Cerita Ajaib Lainnya. Sebuah karya yang ditulis cucu pahlawan nasional Haji Agus Salim itu puluhan tahun lalu dan dijaganya hingga sekarang. ”Ini saya tulis sejak masih cukup muda,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos di kediamannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Senin (21/6). Sepanjang ingatannya, kumcer itu ditulis secara berkesinambungan di usia sekitar 40 tahun. Kumcer yang awalnya ditulis tangan itu sudah dua kali mengalami ”evolusi”. Sempat ditulis dengan mesin tik,...

Ikan Dori yang Pansos Lewat Finding Dory

Ikan Dori Foto Hanung/Jawa Pos FILM tak hanya mampu mengerek popularitas seorang aktor atau aktris. Ikan pun bisa. Itu pula yang terjadi pada ikan dori. Jenis surgeonfish atau ikan herbivor yang hidup di daerah terumbu karang itu naik daun gara-gara tampil di dua film yang begitu populer di zamannya. Finding Nemo (2003) dan semakin melejit saat sekuelnya Finding Dory meluncur pada 2016. --- YAP, popularitas ikan dori atau juga dikenal dengan Blue Tang itu melejit setelah dua film animasi tersebut tayang di seluruh dunia. Kesuksesan film produksi Pixar tersebut merebut hati penonton sekaligus ikut menaikkan derajat karakter-karakter ikan yang tampil di dalamnya. Selain clown fish alias ikan giru, si dori ikutan pansos (panjat sosial). Karakter Dory yang kocak karena pelupa, banyak bicara, peduli, dan canggung itu menarik perhatian banyak orang untuk sekadar mencari info tentang ikan apa sejatinya si Dory, sampai ingin memilikinya di rumah. Alhasil, harga ikan itu melonjak signifikan...

Carenang Ringan Tangan, Komunitas Peduli Lansia Sebatang Kara

  Jauh dari anak atau keluarga, banyak kakek-nenek yang sudah sangat bahagia saat para relawan Carenang Ringan Tangan menemani mereka ngobrol. Nuraeni Shopiyah mendirikan komunitas itu dan memilih membantu para lansia karena baginya mereka kelompok paling rentan. FOLLY AKBAR, Serang, Jawa Pos --- TAK sekali dua kali dia mendapati respons mengharukan itu.   Berkali-kali, bahkan hampir tiap kali. Kakek-nenek yang menangis tiada henti saking senangnya ada yang masih peduli dengan mereka.   ”Akhirnya, kami jadi kebawa suasana,” kata Nuraeni Shopiyah. Mengharukan, sekaligus bagi Aeni, sapaan Nuraeni Shopiyah, mendatangkan kelegaan.   Sebab, itu berarti apa yang dia dan rekan-rekannya lakukan di Carenang Ringan Tangan (Carita) membawa arti. Juga mendatangkan kegembiraan. Aeni mendirikan Carita sekitar lima bulan lalu. Carenang adalah nama kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, tempatnya berasal. Ringan tangan artinya suka menolong atau membantu. Carita berasal dari pe...

Menyiapkan Ikan Arwana untuk Kontes Ala Iseereds Jakarta

Bibit Ikan Arwana Iseereds Jakarta foto Fedrik/Jawa Pos Setiap kontestasi selalu menuntut lebih untuk menjadi yang terbaik. Pun sama halnya dengan arwana super-red. Mempersiapkan mereka agar siap ”diadu” membutuhkan atensi, waktu, dan modal jauh lebih besar daripada untuk sekadar pajangan. --- ADA serangkaian proses dan tahapan yang wajib dilalui dalam menyiapkan arwana kontes. Karena sifatnya wajib, satu proses saja yang tidak maksimal hampir dipastikan hasilnya tidak akan maksimal. Pendiri Iseereds Jakarta Michael Leonard memaparkan, proses melahirkan arwana super-red jempolan bahkan harus dimulai sejak pemilihan bibit. Biasanya, para pemburu mencari bibit dengan anatomi bagus dan seunik mungkin. Misalnya, kepala dengan kontur sendok yang sempurna. Kemudian sirip dayung yang panjang hingga ekor besar yang memunculkan aura gagah. ”Masalahnya, hunting ikan dengan anatomi bagus itu nggak gampang. Karena orang sudah rebutan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Sunter, Jakarta Uta...

Di Sekolah Pagesangan, Kebun, Ladang, dan Dapur Adalah Ruang Kelas

  Sekolah Pagesangan mengembalikan apa yang hilang dari sekolah formal: kesinambungan antara pendidikan dan realitas sekitar. FOLLY AKBAR, Gunungkidul, Jawa Pos --- DUA belas tahun sudah Sekolah Pagesangan (SP) berjalan. Selama itu pula, kebun, ladang, dan semua lingkungan yang ada di desa tempat mereka berdiri menjadi ruang kelas. ”Pagesangan itu artinya hidup atau kehidupan. Sekolah ini memiliki misi mendekatkan anggota dengan realitas atau kehidupan nyata di desanya,” kata Diah Widuretno, sang penggagas, kepada Jawa Pos Kamis pekan lalu (11/2). Berdiri di Desa Girimulyo, Gunungkidul, Jogjakarta, pada 2009, SP berfokus pada pendidikan pertanian. Pilihan itu diambil karena dinilai paling relevan dan kontekstual dengan kondisi riil masyarakat di desa tersebut. Tak ada yang namanya seragam di sekolah itu. Di sekolah informal tersebut, para murid pun lebih banyak berpraktik di luar. Dari kebun sampai dapur. Teori hanya diberikan secukupnya. Desain pembelajaran dila...

Sweta Kartika, Konsisten Kenalkan Budaya Nusantara lewat Komik

  Menurunnya produktivitas komik bernuansa budaya Nusantara memantik keresahan Sweta Kartika. Dia lantas mendirikan Padepokan Ragasukma untuk mewadahi para pembuat komik Nusantara.   FOLLY AKBAR, Jakarta, Jawa Pos --- BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah tersebut sangat layak disematkan kepada Sweta Kartika. Seorang komikus kelahiran Kebumen yang konsisten dengan karya-karya komik bernapas budaya Nusantara. Sosok Sweta bak wujud perpaduan yang sempurna dari jiwa orang tuanya. Ibunya gemar membaca komik. Ayahnya adalah orang yang gemar berseni-budaya. Keroncong, gamelan, wayang, hingga melukis. Perpaduan dua aliran itu sangat akrab sejak Sweta kecil. Pada akhirnya, titisan darah orang tuanya itu mengantarkan Sweta menemukan jati dirinya sebagai komikus Nusantara. ”Dari situ saya akhirnya membuat komik yang mengambil unsur budaya lokal,” ujarnya kepada Jawa Pos. Komik sudah menjadi bagian dari hidup Sweta. Sejak kecil dia sering disodori berbagai judu...

Kiprah Paramedis Jalanan Memberikan Pertolongan Pertama pada Aksi Massa

Alviani Sabillah, salah seorang pendiri Paramedis Jalanan Berbekal pendidikan medis dasar, para personel Paramedis Jalanan turun di tiap aksi besar untuk memberikan pertolongan pertama. Sering mendapat intimidasi meski sudah membawa tanda pengenal medis, termasuk dalam demo anti-omnibus law. FOLLY AKBAR, Jakarta, Jawa Pos --- JATUHNYA banyak korban dalam rangkaian aksi demonstrasi ’’reformasi dikorupsi’’ September 2019 lalu sangat lekat di ingatan Alviani Sabillah. Dia yang juga ikut turun ke lapangan kala itu harus melihat dengan mata dan kepala sendiri kawan seperjuangannya terluka tanpa ada pertolongan medis yang cepat. Kalaupun ada, hanya pertolongan spontanitas tanpa standar peralatan minimal yang memadai. Sisi kemanusiaannya pun tergugah. Perempuan berjilbab itu pun akhirnya ikut menginisiasi lahirnya kelompok Paramedis Jalanan. Bersama sembilan kawan lain yang berlatar mahasiswa, buruh, dan aktivis medis. Sebuah kumpulan yang bertugas memberikan pertolongan pertama kepada ma...