Langsung ke konten utama

Pengalaman Mengikuti Rapid Test Massal COVID-19; Lima Detik Deg-degan

Hari ini, saya mengikuti Rapid Test COVID-19 di Klinik KMF. Sebuah klinik dadakan yang dibangun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menggelar Rapid Test massal.

Sebelum saya ceritakan bagaimana prosesnya, saya mau jelaskan apa itu Rapid Test biar tidak salah memahami. Rapid test ini salah satu metode untuk ‘mendeteksi dini’ keberadaan virus COVID di tubuh manusia.

Kenapa saya sebut deteksi dini? Sebab, cara ini tidak menghasilkan vonis final apakah kita positif COVID atau tidak. Rapid test ini hanya mengecek keberadaan imunoglobulin. Ibaratnya, alat ini akan melihat apakah ada imun yang sedang ‘bertarung’ melawan virus di tubuh kita.

Jika hasilnya ada, maka harus dilanjutkan dengan tes PCR. Tes PCR ini untuk memastikan apakah virus tersebut COVID. Sebab bisa saja, virus yang sedang dihadapi imun berasal dari virus lain. Itulah sebabnya, akurasi dari alat ini sebagai deteksi COVID tidak 100 persen benar.

Oke, lalu bagaimana prosesnya? Jadi saya mendaftar Rapid Test massal di Kominfo. Selain Kominfo, ada lembaga lain yang juga menggelar hal yang sama. Juga ada di berbagai Pemda. Sekedar diketahui, Indonesia sudah mengimpor 500 ribu alat Rapid Test.

Di Kominfo, pendaftaran dilakukan melalui Halodoc sehari sebelumnya. Halodoc ini aplikasi penyedia akses fasilitas kesehatan. Bisa download di playstore. Di aplikasi tersebut, saya membuat janji untuk menentukan jam dan lokasinya. Saya pilih jam 9 di Klinik KMF.

Biayanya berapa? Kebetulan saya gratis. Sebab dibiayai Kominfo melalui program test massal untuk pekerja media.

Tapi saya sempat mendapat SMS tagihan dari Halodoc. Saat saya cek, besarannya Rp. 400 ribu rupiah. Berhubung saya difasilitasi Kominfo, jadi saya abaikan. Mungkin yang bayar negara. Mayan. Haha

Tagihan di aplikasi Halodoc

Oke lanjut. Sebelum jam yang ditentukan, saya sudah tiba dilokasi. Proses rapid test rupanya sangat cepat. Di Klinik KMF, saya hanya diambil sampel darah. Sekitar satu sampai dua tetes. Darah tersebut dimasukkan ke sebuah alat mirip testpack.

"Hasilnya berapa lama," ujar ku pada petugas. 

"Maksimal besok pagi, lewat aplikasi," kata petugas.

Kemudian saya diperbolehkan pulang. Dibekali dua buah roti Holland Bakery, multivitamin, dan masker.

Satu jam kemudian, di sela-sela menyantap roti di rumah, sebuah pesan masuk dari Halodoc. Rupanya, hasilnya selesai lebih cepat. Seketika, rasa deg-degan muncul. Takut hasilnya positif. Ya meskipun kalau positif belum tentu COVID.


SMS notif dari Halodoc


Tapi deg-degan itu hanya lima detik. Sebab setelah di klik hasilnya negatif. Alhamdulillah…
Hasil Rapid Test

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayat dan Hadits Tentang Komunikasi Efektif

Bab I Pendahuluan Dalam perspektif Islam, komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-Quran dan hadis (sunah Nabi).  Dalam Al Qur’an dengan sangat mudah kita menemukan contoh kongkrit bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hambaNya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga memberikan kebebasan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadits. Baik hadits itu bersifat Qouliyah (perkataan), Fi’iliyah (perbuatan), Taqrir (persetujuan) Rasul, kemudian ditambah lagi dengan lahirnya para ahli tafsir sehingga melalui tangan mereka terkumpul sekian banyak buku-buku tafsir.

Musikalisasi Lutung kasarung :Dikemas Modern, Relevan dengan Generasi Kekinian

  Musikalisasi Lutung Kasarung membuktikan bahwa sentuhan modernisasi dapat membuat cerita rakyat tetap relevan dan dinikmati lintas generasi. LUTUNG Kasarung adalah satu dari sekian kisah klasik yang kerap ditampilkan dalam pentas musikal. Namun, kolaborasi Indonesia Kaya-EKI Dance Company memiliki perspektif yang lebih modern. Musikalisasi Lutung Kasarung yang dipentaskan di Galeri Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta itu menyuguhkan kisah legendaris dengan sentuhan lebih segar. Konsepnya dapat memikat generasi muda tanpa meninggalkan akar budaya dan pesan moral. Mengambil latar Kerajaan Pasir Batang, pertunjukan itu mengisahkan seekor monyet ajaib yang menolong Putri Purbasari. Alur klasik itu berkelindan dengan properti canggih di panggung. Salah satunya kehadiran layar LED yang membangun nuansa hutan rimbun, istana, dan dinamika suasana lewat teknologi proyeksi visual. Musik pun begitu. Bebunyian khas Sunda dan musik lain berpadu harmonis dengan irama elektronik serta o...

Pelaku Vandalisme, Masih Misterius

Hingga kini, pihak kampus belum mengetahui pelaku aksi tersebut. lpmarena.com,   Pelaksanaan pemilwa benar-benar membuat perwajahan kampus UIN berbeda. Bukan hanya poster dan baliho yang membuat kampus ini terlihat ramai, beberapa aksi vandalisme pun ikut mewarnai wajah kampus. Kamis(30/05), masyarakat UIN Suka dikejutkan dengan coretan-coretan yang memenuhi tembok-tembok disegala penjuru kampus. Bahkan gedung rektorat pun tidak luput dari aksi vandalisme tersebut. Dalam vandalisme tersebut tertulis beberapa tuntutan, seperti LPJ DEMA, pembubaran KPUM hingga penurunan rektor. Juweni, salah seorang petugas satpam yang bertugas piket tadi malam mengaku tidak mengetahui siapa pelaku aksi tersebut. “saya gak menemui siapa pelakunya”, ujarnya. Juweni menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan di berbagai waktu yang berbeda. “Kalau yang di rektorat itu dari kemarin siang sudah ada, kalau yang di MP itu masih sore, belum terlalu malam. Nah kalau yang di fakultas-fakultas itu se...