Langsung ke konten utama

Postingan

Sosok Patrialis Akbar di Mata Kolega dan Keluarga

Suka Menu Padang dan Maniak Golf  Banyak yang terkejut dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Patrialis Akbar. Sebab, kesehariannya adalah sosok yang sederhana, bersahaja, dan peduli dengan sesama.   FOLLY AKBAR, Jakarta --- PATRIALIS selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat hangat. Bukan hanya kepada rekan-rekannya sesama hakim, sikap serupa juga diperlihatkan kepada para pegawai Mahkamah Konstitusi (MK) pada umumnya Kesan tersebut disampaikan Juru Bicara MK Fajar Laksono. Sering beraktivitas bersama, khususnya dalam dua tahun belakangan, membuat Fajar cukup mengenal baik sosok Patrialis. Dalam beberapa kesempatan, dia mendapati Patrialis sebagai sosok pria yang sangat baik. Saat keseharian di kantor, misalnya, mantan menteri hukum dan hak asasi manusia itu dikenal sebagai pribadi yang ramah terhadap siapa pun. "Kalau bertemu selalu menyapa pegawainya, cukup sopan," kata Fajar kemarin (26/1). Bahkan, kepada orang-orang yang sudah ...

Mama Jana, Sosok Sepuh yang Sepanjang Hidupnya untuk Tarling Klasik Cirebonan

Resah, Kalah Bersaing dengan Dangdut Pantura  Sempat menjamur pada medio 1950 sampai 1990, kini tarling klasik asli cirebonan hanya menyisakan satu sanggar. Di tangan Mama Jana, sanggar Candra Kirana berusaha menjaga keaslian seni khas pantai utara Jawa Barat tersebut.  FOLLY AKBAR, Cirebon --- USIA Djana Partanain atau yang akrab disapa Mama Jana sudah 80 tahun. Rambutnya sudah memutih. Jalannya pun mulai lambat dan agak sempoyongan. Sekujur tubuhnya sudah keriput. Namun, ketika gitar sudah di tangannya, kesan sebagai orang yang sudah "sepuh" seolah sirna. Jari-jarinya langsung meloncat-loncat lincah di senar-senar dawai. Petikannya pun enak didengar Nyaris tidak ada yang meleset. Yang aneh, suara yang terdengar adalah musik gamelan Jawa bercampur Sunda. "Tarling itu memindahkan suara gamelan ke gitar," kata Mama Jana saat ditemui di rumahnya di Jalan Kapten Samadikun Gang Melati 7, Kelurahan Kebon Baru Utara, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebo...

Band Everybody, Enam Tahun Kampanye #SaveOrangUtan lewat Musik

Prihatin, Orang Utan Dianggap Hama yang Harus Dibunuh  Bukan hanya aliran musik dan profesi, band Everybody juga menyatukan misi setiap personelnya. Yakni kampanye menyelamatkan spesies orang utan dari kepunahan. Mereka bergerak indie. FOLLY AKBAR, Jakarta --- Sayangi mereka... Lindungi mereka... Jadikan temen untuk kita... Karena mereka Juga ciptaan ciptaan Tuhan... Ooo...ooooooooooooo Hey orang utan Bait -bait itu tidak hanya menciptakan nada yang enak didengar. Potongan lirik lagu berjudul  Hey Orang Utan  tersebut juga bisa memberi makna lain. Di dalamnya ada seruan, ada semangat, dan kampanye untuk menyelamatkan salah satu spesies hewan asli Indonesia, orang utan. Lagu itu dibawakan dengan apik oleh band Everybody, kelompok musik  indie  Jakarta yang sudah enam tahun mengampanyekan gerakan  save  orang utan. Dalam setiap penampilannya, Everybody selalu mengajak dan memprovokasi masyarakat untuk ikut menjaga "kera...

Lasiyo Syaifuddin, "Profesor" Pisang dari Bantul yang Bikin Penasaran Peneliti Asing

Nyesal Tak Bisa Bahasa Inggris saat Presentasi di Italia  Tidak hanya menyelamatkan spesies-spesies pisang lokal, ide Lasiyo membudidayakan pisang di dusunnya juga membawa kesejahteraan bagi warga. Kesuksesannya menemukan pupuk-pupuk nabati membuat peneliti dari berbagai negara kerap menemuinya. FOLLY AKBAR, Bantul  --- MEMASUKI Dusun Ponggok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, aura sejuk langsung terasa. Deretan pohon pisang yang berjejer rapi di halaman-halaman rumah warga membuat pemandangan di dusun tersebut jadi hijau. Ribuan pohon pisang yang tumbuh berdekatan itu membuat rumah-rumah warga terkesan nyempil di antara pohon bernama Latin Musa paradisiaca tersebut. "Rata-rata setiap KK (kepala keluarga) di sini punya seratus pohon pisang di halaman rumahnya," kata Lasiyo Syaifuddin saat ditemui Jawa Pos di rumahnya di Dusun Ponggok, Desa Sidomulyo, Sabtu (5/11). Lasiyo, yang ...

Perjuangan Relawan Traveling Berbagi Ilmu di Lereng Merapi

Bagi anak-anak di lereng Gunung Merapi, kursus bahasa Inggris menjadi barang mewah. Komunitas WAU membuat bahasa yang menjadi jendela dunia itu begitu dekat. Turis dari berbagai negara pun ikut serta dalam misi sosial tersebut. FOLLY AKBAR, Sleman --- YANG diinginkan Cahyani Putri Astuti akhirnya terwujud. Sejak lama remaja 12 tahun itu berharap bisa lebih banyak belajar untuk menguasai bahasa Inggris. Maklum saja, sekolah tempatnya menempuh pendidikan formal hanya memberikan materi seadanya. Itu pun dilakukan dengan metode formal, yang membuatnya tidak terlalu bersemangat. Tapi apa daya, keinginan mulia Cahyani untuk belajar lebih harus kandas dihadang tembok kehidupan. "Di sini tidak ada tempat kursus e, Mas," ujarnya dengan wajah malu-malu. Cahyani kini tinggal di hunian tetap (huntap) Gondang 3, Dusun Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Jogja. Rumah tempatnya berteduh hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Bagi Cahyani dan ribuan ana...

Kisah Tumiso, eks Tahanan Politik Pulau Buru yang menyelamatkan Karya-Karya Pramoedya.

Tumiso (paling kiri) saat masih di Pulau Buru Sengaja Pingsan agar Tidak dirazia Tentara           Anda suka, atau bahkan kagum dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer? Maka sudah selayaknya anda berterima kasih pada Tumiso. Tanpanya, anda dan dunia tak mungkin bisa menikmati karya-karya Pram di Pulau Buru yang amat luar biasa. Berikut kisahnya.             Oleh Folly Akbar, Jakarta             Dua Oktober 1979, adalah hari yang membahagiakan bagi Tumiso. Bersama para tahanan politik lainnya di Pulau Buru, dia dibebaskan. Kapal Gunung Jati yang biasa mengangkut jamaah haji, menjadi angkutan yang mengantarkannya kembali ke tanah Jawa. Setelah 10 tahun diasingkan. Jika teman-temannya membawa berbagai macam barang pribadinya, hal berbeda justru dilakukan Tumiso. Dia hanya membawa dua stel pakaian, dan satu botol ...

Kebersahajaan Tirta Mandira Hudhi, Dokter Sekaligus Pebisnis Laundry Sepatu

Fokus Bisnis agar Jadi Dokter yang Nggak Mikir Uang Kebutuhan kuliah di kedokteran mendorong Tirta Mandira Hudhi berbisnis dan bisnis itu pula yang akhirnya membantunya bisa menjadi dokter. Berdayakan anak-anak lulusan SD dan SMP sebagai pekerja. FOLLY AKBAR, Jogjakarta --- YANG dicita-citakan Tirta Mandira Hudhi sejak kecil itu akhirnya tercapai pada hari pertama bulan ini. Dia resmi bertugas sebagai dokter di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (UGM). Tapi, terkabulnya cita-cita menjadi dokter itu tak lantas membuatnya pensiun dari dunia yang memungkinkannya menjadi dokter: bisnis laundry sepatu. "Saya tetap fokus di laundry sepatu supaya saat jadi dokter nggak mikir uang. Dokter kan kerjaan humanis," terang pria 25 tahun itu. Dua dunia tersebut memang berkelindan dalam diri Tirta. Barangkali anak muda kelahiran Solo itu satu-satunya dokter di Indonesia yang juga "tukang cuci sepatu" dan sebaliknya. Keduanya ...