Langsung ke konten utama

Postingan

Pernikahan "gaek" Nani Widjaja dengan Ajip Rosidi

Nani Widjaja dan Ajip Rosidi usai melakukan ijab qabul Tatkala Cinta Merekah di Usia Senja Perkara hati memang tak bisa dikira. Siapa sangka, di usia 72 tahun, benih-benih cinta di hati Nani Widjaja kembali merekah kala disiram hangatnya perhatian Ajip Rosidi, 79. Keduanya pun sepakat menikah. FOLLY AKBAR, Cirebon --- NANI WIDJAJA mendadak panik. Langkahnya tertahan. Dari gelagatnya, dia sepertinya tengah mencari seseorang. Benar saja, di tengah ratusan orang yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon kemarin (16/4), pemeran Emak dalam serial  Bajaj Bajuri  itu berteriak-teriak. "Mana Ajip, mana Ajip?" ujarnya dengan raut gelisah. Tak lama, sosok yang dicarinya menyeruak dari kerumunan dan tiba di sisinya. Sastrawan gaek yang sudah menelurkan ratusan karya tersebut tampak kalem dan penuh karisma dengan rangkaian kuncup bunga melati yang terkalung. Seketika, raut gelisah Nani langsung sirna. Berganti dengan senyum merona. "...

Ketika Abdi Dalem Keraton Buka Salon Minimalis, Konsumennya Para Musisi Top

Tempat mangkalnya boleh mungil dan sederhana. Tapi, siapa sangka, tempat cukur rambut di Jogja ini bikin ketagihan para musisi top. Apa rahasianya?  FOLLY AKBAR, Jogjakarta --- ARI SUPARDIYANTO atau yang akrab dipanggil Genduk tidak pernah melupakan kenangan manis itu. Bahkan, sampai sekarang dia masih ingat dengan persis hari dan tanggalnya. Ya, pada Senin, 11 November 2013, menjelang waktu asar tiba, handphone Genduk berdering. Sebuah nomor tanpa nama memanggilnya. Orang di seberang telepon memberikan pesan yang membuncahkan hati Genduk. "Rupanya saat itu Mas Bobby minta dicukur rambutnya," cerita Genduk ketika ditemui Jawa Pos di rumahnya, kawasan Kampung Wijilan, yang tak jauh dari Keraton Jogjakarta, Senin (3/4). Bobby yang menelepon Genduk tentu bukan sosok biasa. Dia adalah vokalis band pop rock alternatif Superman Is Dead (SID) I Made Putra Budi Sartika atau yang dikenal dengan nama Bobby SID Tanpa banyak cincong, Genduk pun...

Perjalanan ke Badau, Desa di Tapal Batas

Dari Pontianak, butuh waktu 18 jam untuk sampai ke Nanga Badau, sebuah desa di Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain mengagumi keindahan alam yang dianugerahkan tuhan, peristiwa nyaris nyemplung ke jurang membuat perjalanan lebih spiritual. Berikut kisahnya. Oleh : Folly Akbar, Kapuas Hulu ____ Pesawat Garuda yang membawa saya dan teman-teman dari Jakarta mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 14.00 WIB (15/3/2017). Begitu turun pesawat, hawa panas langsung terasa. Menyeruak ke seluruh badan. Maklum saja, kota Pontianak berada tepat di garis khatulistiwa. Bagi yang gak biasa seperti saya, Kondisinya cukup memacu produksi keringat di tubuh. Di bandara, tidak banyak aktivitas yang kami lakukan. Selain terbatasnya fasilitas, waktu yang ada pun tak cukup banyak. Alhasil, usai salat ashar, kami harus melanjutkan perjalanan ke Badau. Agar lebih efisien, sebetulnya kami bisa melanjutkan perjalanan udara Pontianak- Sintang. Lumayan, bis...

Rahartati Hardjasoebrata, 35 Tahun Dipercaya Jadi Penerjemah Komik Asterix

Pengarangnya Beri Apresiasi, Dianggap Paling Pas  Keberadaan komik Asterix di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Maria Antonia Rahartati Hardjasoebrata Bambang Haryo. Dialah penerjemah komik asal Prancis yang masuk ke tanah air pada 1980-an itu. Kelihaiannya dalam mengontekskan cerita membuat komik tersebut bisa diterima pembaca Indonesia. Folly Akbar, Tangerang --- SEBUAH laptop hitam berada di meja kerja Maria Antonia Rahartati Hardjasoebrata Bambang Haryo di rumahnya, kompleks Sarua Permai, Tangerang Selatan. Di sekitarnya bertumpuk buku-buku referensi, termasuk kamus bahasa Prancis-Indonesia. Tidak terlalu rapi. Lampu dinding yang tak terlampau terang membuat ruangan tersebut sedikit temaram. Tempat yang sempurna untuk konsentrasi bekerja ''Di sini enak buat kerja. Suasananya mendukung,'' kata Rahartati saat ditemui kemarin (14/3). Menerjemahkan bahasa asing bisa disebut pekerjaan ''sunyi''. Karena itu, kondisi ruangan yan...

Sosok Patrialis Akbar di Mata Kolega dan Keluarga

Suka Menu Padang dan Maniak Golf  Banyak yang terkejut dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Patrialis Akbar. Sebab, kesehariannya adalah sosok yang sederhana, bersahaja, dan peduli dengan sesama.   FOLLY AKBAR, Jakarta --- PATRIALIS selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat hangat. Bukan hanya kepada rekan-rekannya sesama hakim, sikap serupa juga diperlihatkan kepada para pegawai Mahkamah Konstitusi (MK) pada umumnya Kesan tersebut disampaikan Juru Bicara MK Fajar Laksono. Sering beraktivitas bersama, khususnya dalam dua tahun belakangan, membuat Fajar cukup mengenal baik sosok Patrialis. Dalam beberapa kesempatan, dia mendapati Patrialis sebagai sosok pria yang sangat baik. Saat keseharian di kantor, misalnya, mantan menteri hukum dan hak asasi manusia itu dikenal sebagai pribadi yang ramah terhadap siapa pun. "Kalau bertemu selalu menyapa pegawainya, cukup sopan," kata Fajar kemarin (26/1). Bahkan, kepada orang-orang yang sudah ...

Mama Jana, Sosok Sepuh yang Sepanjang Hidupnya untuk Tarling Klasik Cirebonan

Resah, Kalah Bersaing dengan Dangdut Pantura  Sempat menjamur pada medio 1950 sampai 1990, kini tarling klasik asli cirebonan hanya menyisakan satu sanggar. Di tangan Mama Jana, sanggar Candra Kirana berusaha menjaga keaslian seni khas pantai utara Jawa Barat tersebut.  FOLLY AKBAR, Cirebon --- USIA Djana Partanain atau yang akrab disapa Mama Jana sudah 80 tahun. Rambutnya sudah memutih. Jalannya pun mulai lambat dan agak sempoyongan. Sekujur tubuhnya sudah keriput. Namun, ketika gitar sudah di tangannya, kesan sebagai orang yang sudah "sepuh" seolah sirna. Jari-jarinya langsung meloncat-loncat lincah di senar-senar dawai. Petikannya pun enak didengar Nyaris tidak ada yang meleset. Yang aneh, suara yang terdengar adalah musik gamelan Jawa bercampur Sunda. "Tarling itu memindahkan suara gamelan ke gitar," kata Mama Jana saat ditemui di rumahnya di Jalan Kapten Samadikun Gang Melati 7, Kelurahan Kebon Baru Utara, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebo...

Band Everybody, Enam Tahun Kampanye #SaveOrangUtan lewat Musik

Prihatin, Orang Utan Dianggap Hama yang Harus Dibunuh  Bukan hanya aliran musik dan profesi, band Everybody juga menyatukan misi setiap personelnya. Yakni kampanye menyelamatkan spesies orang utan dari kepunahan. Mereka bergerak indie. FOLLY AKBAR, Jakarta --- Sayangi mereka... Lindungi mereka... Jadikan temen untuk kita... Karena mereka Juga ciptaan ciptaan Tuhan... Ooo...ooooooooooooo Hey orang utan Bait -bait itu tidak hanya menciptakan nada yang enak didengar. Potongan lirik lagu berjudul  Hey Orang Utan  tersebut juga bisa memberi makna lain. Di dalamnya ada seruan, ada semangat, dan kampanye untuk menyelamatkan salah satu spesies hewan asli Indonesia, orang utan. Lagu itu dibawakan dengan apik oleh band Everybody, kelompok musik  indie  Jakarta yang sudah enam tahun mengampanyekan gerakan  save  orang utan. Dalam setiap penampilannya, Everybody selalu mengajak dan memprovokasi masyarakat untuk ikut menjaga "kera...