Langsung ke konten utama

Twoo, lebih canggih dari FB


Situs jejaring sosial tengah menjadi trend baru bagi peradaban manusia. Memanfaatkan fasilitas internet yang semakin mudah dijangkau, keberadaan situs jejaring social telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Saat ini, ada dua situs jejaring social yang paling besar penggunanya yakni facebook dan twitter. Keduanya berada dalam skala internasional dan penggunanya telah mencapai angka ratusan juta.
Ditengah dominasi FB dan twitter, nyatanya masih banyak situs lainya yang terus berusaha mengeksistensikan diri, baik itu di wilayah internasional maupun local. Di Indonesia sendiri, tidak kurang dari 20 situs jejaring social bersaing dalam merekrut pengguna. Dan salah satu jejaring social yang mulai naik daun di Indonesia adalah twoo, yang mengudara dengan alamat www.twoo.com.

Secara menyeluruh, fasilitas yang ditawarkan tidak berbeda jauh dengan facebook atau jejaring social lainya. Komposisi warna yang didominasi putih dan kuning tersebut di lengkapi dengan empat sub menu yakni play, search, profile, chat. Untuk lebih jelasnya bisa melihat gambar dibawah ini.


Dari segi tampilan, twoo terkesan kurang simple dan ruwet. Tapi ada satu kelebihan atau keistimewaan yang ditawarkan twoo dan tidak dimiliki FB atau twitter. Dalam berinteraksi dengan pengguna lain, kita bisa melakukan spesifikasi tipikal seseorang yang kita inginkan. Mulai dari tempat asal, umur hingga jenis kelamin. Semisal kita hanya ingin berinteraksi dengan wanita asal Yogyakarta yang berumur 19-21tahun, maka kita bisa melakukan pengaturan tersebut di sub menu search. Dan secara otomatis, twoo hanya akan menampilkan pengguna lain yang sesuai keinginan kita.
Sebagai situs produk local, apa yang diberikan twoo sebenarnya sudah cukup baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Penting Islam Dalam Hukum Humaniter Internasional

 Judul Buku     : Islam dan Hukum Humaniter Internasional Penulis             : Komite Internasional Palang Merah(ICRC) Penerbit           : Mizan Tahun              : 2012 Tebal halaman : XIV + 468 Halaman ISBN               : 978-979-433-696-0 Di dunia ini, benturan peradaban selalu terjadi. Tidak sedikit yang memilih kontak fisik sebagai bentuk penyelesaian. Berbagai peperangan yang bergejolak dan tercatat dalam sejarah telah mengakibatkan berbagai bencana kemanusiaan yang mengenaskan. Tengok saja konflik yang terjadi di palestina hingga saat ini, mulai dari penyerangan membabibuta -tidak mengindahkan masyarakat sipil, hingga perlakuan terhadap tawanan secara tidak man...

Ida Budhiati, Mantan Anggota KPU-DKPP yang Rajin Memberikan Edukasi Pemilu

Bicara pemilu, sulit untuk melupakan sosok Ida Budhiati. Perempuan asal Semarang ini cukup lama berkecimpung di lembaga penyelenggara pemilu. Mulai KPU (Komisi Pemilihan Umum) hingga DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).  Nah, apa kesibukannya setelah tak lagi di dua lembaga tersebut? Setelah selesai di DKPP RI tahun 2022, apa aktivitas ibu sekarang? Saya mengajar di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jadi aktivitasnya ya mengajar di kampus, kemudian diskusi sama mahasiswa. Terus melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan melakukan penelitian, menulis jurnal ilmiah. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat banyak tuh yang masih berkaitan dengan isu pemilu dan demokrasi. Misalnya apa saja? Kita masih sering bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, DKPP, membangun awareness masyarakat dalam bentuk kegiatan pendidikan pemilih untuk berpartisipasi melakukan pengawasan. Kemudian melakukan advokasi representasi keterwakilan perempuan bersama dengan para penggiat pemilu. Juga me...

Terperdaya Kebutuhan Palsu

Pergerakan nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus melemah. Mengacu pada treck record beberapa tahun terakhir,  nilai tukar rupiah saat ini -yang sempat mencapai angka 11 ribu menjadi yang terburuk dalam 4 tahun terakhir. Beberapa pengamat ekonomi bahkan mengisyaratkan jika krisis 98 sangat mungkin kembali terulang. Melihat aktivitas impor yang masih tinggi, atau bahkan semakin tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah tentu sangat mempengaruhi situasi perekonomian nasional, mengingat posisi dollar sebagai alat transaksi utama perdagangan dunia. Kondisi ini mengakibatkan harga beberapa kebutuhan,–terlebih kebutuhan yang bergantung pada komoditas impor mengalami kenaikan.