Langsung ke konten utama

Facebook, Lahir Dari Sebuah "Keisengan"


Siapa sih yang tidak mengenal kata Facebook di era sekarang? Ya, kini Facebook telah berubah menjadi situs paling popular dimana jumlah pengguna Facebook telah menyentuh angka ratusan juta orang. Bahkan sebagian orang telah menganggap Facebook sebagai salah satu kebutuhan primer yang tidak bisa di lupakan. Siapa sangka, situs sebesar itu tercipta bukan karena perencanaan yang matang, melainkan hanya sebuah “kebetulan”.

Dalam film “The Social Network” diceritakan bagaimana awal mula terciptanya Facebook. Dialah Mark Zuckerberg(Jesse Eisenberg), salah seorang mahasiswa Hardvard University yang sukses mencatatkan namanya sebagai miliyader muda berkat Facebook yang diciptakanya. Dalam film itu, Mark di gambarkan sebagai pria yang kaku, aneh dan maniak sex. Hingga pada akhirnya dia diputuskan oleh pacarnya yang bernama Erica (Rooney Mara) karena sifat buruknya tersebut.



Sngkat cerita, Mark menciptakan facemash yang isinya membandingkan dua wanita Hardvard untuk dipilih sesuai selera pengunjung. Dan dalam hitungan jam, situs tersebut sudah dikunjungi ribuan mahasswa. Tapi apa yang dilakukan Mark ternyata membuat wanita-wanita itu geram, bahkan sebagain pacar mereka marah kepada Mark. Bukan itu saja, ulah Mark juga membuat pihak kampus turun tangan akibat tingginya traffic yang mengakses situs facemash membuat server universitas jebol.

Tidak hanya sampai disitu, ulah Mark juga menarik perhatian si kembar Tyler Winklevoss dan Cameron. Dengan bantuan Divya Narendra, mereka ingin bekerja sama dengan Mark untuk membuat situs hardvardconection.com. Namun situs itu bersifat eksklusif dan berbayar bagi membernya. Pada mulanya Mark menyindir ide tersebut, menurutnya itu tidak berbeda denga, myspace dan friendster. Tapi setelah berdiskusi panjang, akhirnya Mark turut bergabung dengan mereka.
Namun dalam perjalananya Mark tidak melaksanakan apa yag telah disepakatinya, justru dia mengembangkan situs facemash yang dia kembangkan menjadi theFacebook.com. Tanpa sepengetahuan dua Winklevoss, Mark meluncurkan situs theFacebook.com dikalangan mahasiswa Hardvard. Dan dengan pengembangan yang baik, situs itu berubah menjadi dinamis dan dapat diterima dengan baik oleh penggunanya.
Dalam alur selanjutnya, si kembar Winklevoss menuntut Mark karena dianggap mencuri ide mereka. Konflik lain juga terjadi antara Eduardo Severin dengan Mark, kawan yang juga lawan dalam memperebutkan pengakuan di dalam pengembangan bisnis Facebook. Hingga pada akhirnya, pertemuan Mark dengan Sean Parker(pencipta nepster) membuat theFacebook berubah menjadi Facebook.
Tentu yang membuat kita bingung adalah bagaimana mungkin situs sehebat Facebook yang membahana di seantero penjuru dunia diciptakan oleh seseorang yang cuek dan kaku?. Situs yang diciptakan atas dasar keisengan kini telah memberikan uang jutaan AS kepada penciptanya. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah sesuatu yang kecil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang sangat besar..
Mengenai kekurangan film ini, ceritanya yang melompat-lompat dengan settingan adegan yang datar tidak memberikan perasaan “seru” bagi penonton, bahkan cenderung membosankan. Selain itu, frekuensi dialog yang di lakukan dengan cepat akan memberikan kebingungan tersendiri bagi yang tidak memahami bahasa inggris dengan baik. Tapi di luar itu semua, film ini masih cukup relevan untuk ditonton bagi anda yang ingin menjadi orang besar.
Dalam kehidupan nyata sendiri, lahirnya situs-situs jejaring social menciptakan budaya baru bagi peradaban manusia. Kehadiranya merupakan jawaban alamiah dari kondisi masyarakat modern yang cenderung individualis. Dalam berinteraksi social, kini manusia tidak perlu keluar rumah. Hanya dengan mengeksistensikan diri di jejaring social, dia akan mudah berinteraksi dengan siapapun tanpa terkendala ruang dan waktu. Fakta tersebut bagaikan buah simalakama, disatu sisi memberikan dampak positif, tapi disisi lain menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit.
Penggunaan Teknologi
Secara fisik, kita tidak melihat adanya penggunaan alat teknologi yang canggih dan baru melainkan hanya perangkat biasa seperti komputer, HP, Kamera dll. Tapi menurut penuis pribadi, secara prinsip situs jejaring Facebook merupakan dampak riil dari kemajuan teknologi. Bahkan bukanlah sesuatu yang salah jika kita menganggap Facebook merupakan “teknologi terbaru”, karena esensi teknologi adalah memudahkan kehidupan manusia, dan itu yang telah dilakukan facebook.
Judul Film       : The Social Network
Jenis Film        : Drama
Pemain            : Andrew Garfield, Jesse Eisenberg, Brenda Song, Justin Timberlake, Rooney Mara, Max Minghella, Armie Hammer.
Penulis             : Aaron Sorkin
Produser          : Kevin Spacey, Scott Rudin, Dana Brunetti, Michael De Luca
Sutradara         : David Fincher
Produksi          : Columbia Pictures tahun 2010
Rating LSF     : Dewasa
Durasi              : 121 menit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musikalisasi Lutung kasarung :Dikemas Modern, Relevan dengan Generasi Kekinian

  Musikalisasi Lutung Kasarung membuktikan bahwa sentuhan modernisasi dapat membuat cerita rakyat tetap relevan dan dinikmati lintas generasi. LUTUNG Kasarung adalah satu dari sekian kisah klasik yang kerap ditampilkan dalam pentas musikal. Namun, kolaborasi Indonesia Kaya-EKI Dance Company memiliki perspektif yang lebih modern. Musikalisasi Lutung Kasarung yang dipentaskan di Galeri Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta itu menyuguhkan kisah legendaris dengan sentuhan lebih segar. Konsepnya dapat memikat generasi muda tanpa meninggalkan akar budaya dan pesan moral. Mengambil latar Kerajaan Pasir Batang, pertunjukan itu mengisahkan seekor monyet ajaib yang menolong Putri Purbasari. Alur klasik itu berkelindan dengan properti canggih di panggung. Salah satunya kehadiran layar LED yang membangun nuansa hutan rimbun, istana, dan dinamika suasana lewat teknologi proyeksi visual. Musik pun begitu. Bebunyian khas Sunda dan musik lain berpadu harmonis dengan irama elektronik serta o...

Peran Penting Islam Dalam Hukum Humaniter Internasional

 Judul Buku     : Islam dan Hukum Humaniter Internasional Penulis             : Komite Internasional Palang Merah(ICRC) Penerbit           : Mizan Tahun              : 2012 Tebal halaman : XIV + 468 Halaman ISBN               : 978-979-433-696-0 Di dunia ini, benturan peradaban selalu terjadi. Tidak sedikit yang memilih kontak fisik sebagai bentuk penyelesaian. Berbagai peperangan yang bergejolak dan tercatat dalam sejarah telah mengakibatkan berbagai bencana kemanusiaan yang mengenaskan. Tengok saja konflik yang terjadi di palestina hingga saat ini, mulai dari penyerangan membabibuta -tidak mengindahkan masyarakat sipil, hingga perlakuan terhadap tawanan secara tidak man...

Ida Budhiati, Mantan Anggota KPU-DKPP yang Rajin Memberikan Edukasi Pemilu

Bicara pemilu, sulit untuk melupakan sosok Ida Budhiati. Perempuan asal Semarang ini cukup lama berkecimpung di lembaga penyelenggara pemilu. Mulai KPU (Komisi Pemilihan Umum) hingga DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).  Nah, apa kesibukannya setelah tak lagi di dua lembaga tersebut? Setelah selesai di DKPP RI tahun 2022, apa aktivitas ibu sekarang? Saya mengajar di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jadi aktivitasnya ya mengajar di kampus, kemudian diskusi sama mahasiswa. Terus melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan melakukan penelitian, menulis jurnal ilmiah. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat banyak tuh yang masih berkaitan dengan isu pemilu dan demokrasi. Misalnya apa saja? Kita masih sering bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, DKPP, membangun awareness masyarakat dalam bentuk kegiatan pendidikan pemilih untuk berpartisipasi melakukan pengawasan. Kemudian melakukan advokasi representasi keterwakilan perempuan bersama dengan para penggiat pemilu. Juga me...