Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Chacha, Berjuang Melawan Keterbatasan

“Kita harus berjuang seperti para pahlawan Indonesia dulu, orang bilang saya bisu dan tuli ya biarin aja” Banyak orang yang menganggap bahwa keterbatasan merupakan kutukan yang membuat kita sulit untuk berprestasi dan layak untuk menyerah. Tapi anggapan itu tidak berlaku bagi Chandra Setiawan yang akrab dipanggil Chacha, mahasiswi semester dua Prodi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora(Fishum) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia tercacat sebagai satu-satunya mahasiswa transgender sekaligus difabel di UIN. Terlahir dalam kondisi tuna rungu wicara, Chacha mampu melanglangbuana berkat keahlianya menari, menjadi model dan merancang busana. Chacha yang terlahir berjenis kelamin laki-laki pada 30 Juli 1982 silam itu tumbuh dari keluarga Kristiani di Kota Blitar, Jawa Timur. Bapaknya berprofesi sebagai Guru Agama Kristen di salah satu sekolah SD di Kota Blitar . Sedangkan Ibunya menjabat sebagai Kepala Sekolah SD di salah satu sekolah di kota yang sama. Perjalananya sampai men...

Peran Psikologi Dakwah Dalam Proses Berdakwah

Oleh : Folly Akbar A.     Posisi psikologi dakwah dalam implementasi dakwah Dakwah secara bahasa berarti menyeru atau mengajak. Sedangkan menurut istilah, dakwah berarti sebuah proses penyampaian pesan-pesan ilahi yang dilakukan da’i kepada mad’u. Dalam kajian teori komunikasi, sebuah pesan dianggap telah tersampaikan dengan baik apabila pesan tersebut sudah menghasilkan feedback dari komunikan. Feedback dalam hal ini diartikan sebagai efek dari pesan tersebut. Artinya jika kita korelasikan dalam aktivitas dakwah, proses dakwah dianggap berjalan dengan baik jika apa yang disampaikan da’i, telah mampu merubah kepribadian mad’u ke arah yang lebih baik. Aktivitas dakwah yang diartikan sebagai sebuah sistem(dibaca: proses) secara material terdiri dari berbagai unsur atau komponen(utama), mulai dari da’i, isi dakwah, metode dakwah serta media dakwah. Untuk menuju proses dakwah yang efektif dan efisien, sudah menjadi hal yang wajib untuk memaksimalkan setiap komponen-komponen...

Fanatisme Buta Kelompok Suporter Di Indonesia

Oleh : Folly Akbar Ketika tim kebanggaan saya, Persib Bandung dikalahkan Persiba Balikpapan sekitar 2 minggu lalu. Saya sedikit kesal dan menghujat, lalu salah seorang teman saya menegur ”ngapain kamu segitunya? Emang kalau persib kalah kamu kenapa? Apa pemain, offisial, pelatih itu saudara kamu?” Kejadian inilah, yang membawa saya tertarik untuk mengkaji fanatisme masyarakat akan sepak bola, khususnya di Indonesia. Jika kita membandingkan kultur Sepak Bola Inggris, Italia, Spanyol atau negara tetangga kita Malaysia, fanatisme masyarakat Indonesia akan klub kesayanganya bisa dikatakan yang termasif. Di Indonesia, kecintaan masyarakat akan tim idolanya sangatlah luar biasa, mereka rela tidak makan dan menjual harta benda miliknya demi melihat tim kesayanganya bermain. Bahkan mereka rela mengorbankan jiwanya ketika tim kesayanganya di lecehkan kelompok suporter lainya.

Pendidikan anti korupsi. sekedar teori?

OLEH : FOLLY AKBAR Mulai tahun ajaran baru 2012/2013 nanti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) berencana memasukan kurikulum pendidikan anti-korupsi dalam pembelajaran siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kebijakan ini merupakan buah dari kerjasama Kemendikbud dengan KPK beberapa waktu lalu. Langkah ini dilakukan untuk membunuh kaderisasi koruptor sejak dini mungkin, dengan harapan akan lahir generasi yang alergi dengan tindak korupsi. Dari segi namanya, pendidikan anti-korupsi bertujuan mengenal apa itu korupsi serta dampaknya diri sendiri, keluarga, orang lain dan bangsa. Sehingga muncul pemahaman serta perubahan watak dan mental untuk tidak melakukan tindak korupsi. Namun hakikatnya pendidikan bukanlah sebatas teori belaka. Teori memang penting tapi yang tak kalah pentingnya adalah adanya contoh bahwa perilaku korupsi akan mendapatkan hukuman setimpal yang bisa membuat pelakunya menderita. Artinya, pendidikan anti-korupsi akan sangat membumi dan menemukan ruhnya a...

Kapitalisme Menikam Malioboro

Siang tadi, Jumat 23 Maret 2012 saya bersama salah seorang kawan saya berputar malioboro, kawasan yang konon melahirkan banyak seniman puluhan tahun yang lalu. Sejauh mata memandang, saya tidak menemukan tempat atau aktivitas para seniman jogja. Yang terlihat hanya potret masyarakat jogja dan indonesia pada umumnya. Bangunan berjejer, dengan desain modern merupakan potret malioboro saat ini. Bangunan cagar budaya perlahan tergerus derasnya kapitalisme yang jeli memanfaatkan potensi kawasan malioboro yang mendunia. Tampak buruh kita yang bekerja penuh keringat untuk memperkaya kapitalis yang mungkin cuma ongkang-ongkang kaki di teras depan rumahnya yang seperti istana. Dalam hati saya berfikir, ternyata kapitalisme lebih kejam dibanding feodalisme.

Kenaikan BBM Matikan Kelas Menengah

OLEH : FOLLY AKBAR Pertikaian Iran dan Barat menjadi alibi pemerintah menaikan harga BBM. Keputusan ini sangat memukul mayoritas rakyat Indonesia yang sangat bergantung dengan stabilitas BBM. Dengan demikian, maka harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan disebabkan proses produksi dan distribusi sangat bergantung dengan BBM. Dan ini akan menjadi masalah jika tidak dibarengi naiknya pendapatan masyarakat. Kondisi ini sangat memungkinkan lahirnya orang miskin baru(OMB) Orang-orang di senayan sana tentu tega manaikan harga BBM, toh dampak yang mereka terima tidak signifikan. Maklum, gaji tetap di atas standar kesejahteraan, lengkap dengan asuransi yang diperoleh pejabat dan pegawai masih cukup kuat untuk menopang naiknya kebutuhan. Tapi bagi masyarakat yang selama ini berpenghasilan pas-pasan, kenaikan bahan pokok berarti menurunya jatah konsumsi. Adanya bantuan langsung tunai(BLT) yang diberikan pemerintah tidak akan banyak membantu penderitaan rakyat kecuali pencitraan SBY. Kita ke...

Revitalisasi Peran Pers Mahasiswa

OLEH : FOLLY AKBAR Kalau benar bahwa pers mahasiswa mempunyai hakikat yang tidak terpisahkan dengan kehidupan mahasiswa, maka ia adalah sebuah ruh. Ekspresinya bisa tebal ataupun tipis, tetapi secara eksistensial ia ada: menyelinap kesana-kemari. Suatu saat bisa teramat lesu, tetapi saat yang lain bisa sangat bergairah (BALAIRUNG, Edisi 13/Tahun V/1991) Pers dan mahasiswa adalah dua elemen yang memiliki peranan besar dalam sejarah Indonesia. Kapasitas pers sebagai media menjadikanya media paling efektif untuk menggerakan massa. Sedangkan mahasiswa yang secara psikologi menurut Aristoteles adalah kaula muda mengalami suatu minat terhadap dirinya, minat terhadap sesuatu yang berbeda atas lingkungan dan realitas kesadaran akan dirinya. Disamping itu Frank. A dalam ungkapanya menyatakan Mahasiswa adalah suatu kelompok elit marjinal dalam lingkungan suatu dilema “marginal elites”. Ini mengakibatkan karakter mahasiswa menjadi radikal, kritis dan suka dengan perubahan. Ketika  d...