Langsung ke konten utama

Postingan

Pameran Gatot Pujiarto, Eksplorasi Seni Lukis dengan Teknik Tapestri

  Gatot Pujiarto menempuh jalan lain dalam menuangkan gagasan di atas kanvas. Dia menggunakan model seni Tapestri dalam menciptakan dimensi dan tekstur pada karyanya. PADA  umumnya, kanvas dipadukan dengan cat dalam karya seni rupa lukisan. Namun, seniman asal Malang Gatot Pujiarto asyik bereksplorasi dengan model seni Tapestri dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan visual itu memungkinkan Gatot menyatukan elemen-elemen tekstil pada sebuah karya lukis. Karya-karya Tapestri Gatot tersebut tengah disuguhkan Jagad Gallery Jakarta dalam pameran bertajuk Stitching Gesture: Gatot Pujiarto’s Expanded Painting. Pameran itu dibuka hingga 23 Maret 2025. Di situ, setidaknya ada dua karya Tapestri dan belasan karya expanded painting. Dua sajian Tapestri ada pada karya berjudul Mimpi dan Berburu Emas. Karya Mimpi yang paling menonjol karena berukuran paling bebas. Mimpi terbentang di sebuah kanvas tanpa bingkai. Di dalamnya terdapat jahitan benang dan kain perca dengan gambar-gamb...

Mengunjungi Wisma Habibie & Ainun, Legasi Cinta, Intelektual dan Demokrasi

Keteladanan hidup Presiden dan Ibu Negara ke-3 RI, Habibie dan Ainun, tak henti-henti menginspirasi. Dari buku, film trilogi, kini kediaman pribadinya dibuka untuk publik. Menghadirkan pengalaman tur sejarah yang penuh makna. Lima hari pertama pendaftaran dibuka, sepuluh ribu orang lebih, dari dalam dan luar negeri, masuk daftar antrean. Rumah adalah tempat di mana hati kita berada. Cermin kepribadian seseorang, juga terlihat dari rumahnya. Lebih dari adagium itu, kediaman pribadi pasangan inspiratif Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari sarat nilai-nilai kehidupan. Kediaman pribadi yang kini menjadi Wisma Habibie & Ainun dan dibuka untuk publik secara eksklusif mulai 1 Februari itu benar-benar mencerminkan sosok keduanya. Yakni, cinta, intelektual, demokrasi, dan religiusitas. Nuansa itu sangat kuat terasa di berbagai sudutnya, saat Jawa Pos berkesempatan mengunjunginya, di kawasan Patra Kuningan, Jakarta pekan lalu (22/2). Ketika pintu pertama dibuka, kenegarawan...

Museum Bahari Jakarta Helat Ekshibisi Membangun di Lahan Basah

Sejarah Jakarta atau yang dulu dikenal dengan Batavia tak terlepas dari dunia bahari. Teluk Jakarta yang terbentuk dari sedimentasi menjadi saksi sibuknya kawasan Sunda Kelapa, pintu masuk perdagangan internasional. CATATAN  sejarah itu berupaya diingatkan kembali oleh Museum Bahari Jakarta dalam pameran bertajuk Membangun di Lahan Basah yang dihelat hingga 22 Juni 2025. Tema itu mengacu pada dua makna. Pertama, kawasan utara Jakarta yang secara geografis berdiri di lahan hasil sedimentasi. Kedua, Jakarta menjadi sebuah titik perkembangan yang strategis. Edukator Museum Bahari Firman Faturohman menjelaskan, pameran itu berawal dari buku Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652–1977 yang membahas asal mula Museum Bahari yang menempati gudang logistik pelabuhan di masa VOC. Visualisasi seni dihasilkan sejumlah seniman, kolaborator Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), perancang dari SK Studio, dan Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia (UI). Secara umum, pameran itu dibagi menjadi e...

Natasha Tontey Helat Ekshibisi Bertajuk Primate Visions: Macaque Macabre

Manusia dan hewan akan terus saling berhubungan sebagai salah satu ketetapan alam. Tentu dengan berbagai pasang surutnya. Pameran dari perupa Natasha Tontey memotret salah satu bagian kecil dari hal itu. Pameran Natasha Tontey yang bertajuk Primate Visions: Macaque Macabre itu dihelat di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Jakarta. Tontey mengisahkan hubungan antara populasi monyet makala jambul hitam asli Minahasa Selatan yang disebut yaki dan masyarakat adat setempat. Oleh sang perupa, interaksi itu dihadirkan dalam semesta fiksi berwujud film dan objek-objek instalasi. Keduanya mengelaborasikan hubungan simbiosis antara hewan dan manusia. Film yang merupakan bagian utama mengisahkan sekelompok ahli primata yang membebaskan kawanan yaki yang dikurung di sebuah hutan. Para tokoh protagonis itu terlibat dalam percakapan dan eksperimen sembari membayangkan hubungan dua spesies tersebut di masa depan. Tontey mengajak audiens memasuki realitas fiktif. Proses itu di...

Dokter Uti Nilam Sari, Pionir Ilustrator Medis Berlisensi dari Indonesia

Passion Uti Nilam Sari sebagai seniman terbentur keinginan orang tua agar Uti menjadi dokter. Namun, semesta selalu punya cara untuk menunjukkan jalannya. Dua profesi yang terasa ”berseberangan” itu bersatu dalam medical illustrator. Mengantarkan Uti menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki lisensinya. PROFESI  ilustrator medis di negara Barat sudah banyak dijumpai, namun relatif masih jarang dikenal di Indonesia. Dokter Uti Nilam Sari tercatat sebagai ilustrator medis pertama dari Indonesia yang lulus dari program terakreditasi dunia. Awalnya, Uti menjalani studi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Sejatinya, dunia medis bukanlah panggilan hatinya. ”Passion saya lebih ke seni visual, digital art, dan teknologi,” ungkapnya. Namun, sebagai wujud bakti kepada orang tua, Uti menjalani kuliah kedokteran. Selama kuliah, dia sering merasa berat melihat kondisi pasien dengan segala masalahnya. Apalagi, dia bertugas di RS Cipto Mangunkusumo, rumah sakit rujukan nasion...

Geophagus, American Cichlid Warna-warni nan Anggun

Geophagus tengah menjadi primadona pencinta ikan hias berukuran besar. Pembawaannya yang tenang memberikan kesenangan sendiri bagi penghobi yang mengoleksinya. Ikan geophagus masuk dalam kelompok American cichlid. Meski berasal dari Amerika Selatan, habitat aslinya, ikan tersebut sangat cocok dan mudah dipelihara di Indonesia. ’’Geophagus termasuk jenis ikan besar. Namun, uniknya, sifatnya damai. Mereka tidak galak. Sangat cocok untuk aquascape besar,’’ jelas pemilik Brother Cichlid, Aris, kepada Jawa Pos awal pekan lalu. Warna-warna geophagus yang menawan dan gerakannya yang anggun membuatnya populer di kalangan pencinta ikan. Selain keindahannya, Aris menambahkan, geophagus memiliki nilai ekonomi tinggi. ’’Harganya lumayan fantastis dan cenderung stabil. Tidak mudah turun harga,’’ katanya. Banderol ikan tersebut berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Bergantung ukuran dan pola warna. Keistimewaan lain geophagus adalah berjiwa sosial. Kalem seperti arwana, ikan itu senang berkoloni....

Kiprah Bandung Cancer Society (BCS): Berbagi Kekuatan dan Harapan Hidup

Foto Organisasi BCS menjadi salah satu tumpuan para penderita kanker untuk mendapat edukasi dan kekuatan hidup. Mereka juga memiliki rumah singgah yang dapat diakses dengan harga terjangkau. FOLLY AKBAR,  Bandung --- KOMUNITAS  ini lahir di sebuah sudut Kota Bandung, di Aula Gereja Pandu, belasan tahun lalu. Pendirinya adalah tiga perempuan penyintas kanker. Salah satu di antaranya, Yanti Setiawadi. Dia menjadi motor penggerak dan sosok yang hingga kini terus memberikan semangat dan harapan bagi banyak orang yang bergelut dengan penyakit ganas tersebut. Kepada Jawa Pos, Yanti yang kini menjabat ketua mengenang kembali awal terbentuknya Bandung Cancer Society. ”Sebenarnya grup ini didirikan para penyintas kanker, termasuk saya sendiri,” ujarnya pekan lalu. Saat itu, 17 tahun lalu, dia kesulitan untuk menemukan teman yang bisa diajak berbagi pengalaman tentang kemoterapi. Padahal, terapi itu dibutuhkannya. Juga orang-orang yang bernasib sama sepertinya. ”Akhirnya saya berpikir, ...