Skip to main content

Toleransi di Kota Cirebon

Gelar kota cirebon sebagai kota wali membuat masyarakat luar Cirebon menganggap Cirebon adalah salah satu miniatur Negara islam yang 99% mayoritas penduduknya beragama islam, dimana dalam benaknya di cirebon pesantren banyak berserakan, masjid dimana-mana dan minus tempat-tempat ibadah umat beragama lain. Namun semua pandangan itu kurang tepat, karena itu terjadi dimasa lalu, kini kota Cirebon telah berubah menjadi kota yang kental akan pluralitas keberagamaan.
Yang akan saya ceritakan adalah kehidupan toleransi umat beragama di kota Cirebon, bukan di kabupaten Cirebon. Karena di kabupaten Cirebon hampir 99% beragama islam, sedangkan di kota Cirebon orang muslim berkisar75% saja, sehingga akan lebih menarik untuk melihat seperti apa toleransi beragama yang ada di kota Cirebon.
Selain umat islam, umat beragama lain yang banyak bermukim di kota Cirebon adalah Kristen dan ada segelintir yang beragama konghuchu. Keuanya berasal dari etnis chines yang kini banyak dijumpai di kota Cirebon. Di jaman sekarang bukan hal yang sulit lagi untuk mencari gereja di kota Cirebon, karena hampir di setiap jalan-jalan kota Cirebon banyak sekali gereja yang didirikan umat Kristen yang jumlahnya sekitar 20%. Bukti lain, di jalan cipto kota Cirebon pemakaman bagi umat Kristen sangat luas menggambarkan populasinya yang banyak pula.
Akan tetapi dengan adanya keberbedaan tidak membuat kehidupan di kota Cirebon menjadi tidak kondusif, toleransi beragama di kota Cirebon masih cukup baik dimana masing-masing masih bisa saling menghargai dan menghormati. Sebagai contoh, rasa menghargai itu ditunjukan umat Kristen ketika bula puasa tiba. Mayoritas umat Kristen tidak lagi maka atau minum ditempat-tempat umum, justru malah ada oknum umat islam yag makan ditempat umum ketika bulan puasa, perilaku yang membuat kita menggelengkan kepala bukan?
Begitupun umat islam mampu menghargai umat  Kristen, tidak pernah ada kasus diskriminasi atau pelecehan yag dilakukan umat islam kepada umat Kristen di kota Cirebon. Bahkan dalam keseharian umat islam dan umat Kristen melakukan kegiatan keseharian dengan bersama-sama dengan baik, tidak hanya sampai disitu, malahan ada sebagian yang menjalin hubungan asmara dengan agama yang berbeda. Maklumlah orang cina perempuanya cantik-cantik, laki-lakinya ganteng-ganteng.

Akan tetapi peristiwa bom bunuh diri di mapolresta kota Cirebon yang dilakukan salah satu oknum umat islam membuat rasa nyaman umat Kristen menjadi terganggu. Ada golongan kanan umat islam yang berpotensi merusak kehidupan toleransi beragama di kota Cirebon. Layak untuk kita amati, sampai kapan kerukunan umat beragama di kota Cirebon akan terus terjadi?

Comments

Popular posts from this blog

Menyiapkan Ikan Arwana untuk Kontes Ala Iseereds Jakarta

Bibit Ikan Arwana Iseereds Jakarta foto Fedrik/Jawa Pos Setiap kontestasi selalu menuntut lebih untuk menjadi yang terbaik. Pun sama halnya dengan arwana super-red. Mempersiapkan mereka agar siap ”diadu” membutuhkan atensi, waktu, dan modal jauh lebih besar daripada untuk sekadar pajangan. --- ADA serangkaian proses dan tahapan yang wajib dilalui dalam menyiapkan arwana kontes. Karena sifatnya wajib, satu proses saja yang tidak maksimal hampir dipastikan hasilnya tidak akan maksimal. Pendiri Iseereds Jakarta Michael Leonard memaparkan, proses melahirkan arwana super-red jempolan bahkan harus dimulai sejak pemilihan bibit. Biasanya, para pemburu mencari bibit dengan anatomi bagus dan seunik mungkin. Misalnya, kepala dengan kontur sendok yang sempurna. Kemudian sirip dayung yang panjang hingga ekor besar yang memunculkan aura gagah. ”Masalahnya, hunting ikan dengan anatomi bagus itu nggak gampang. Karena orang sudah rebutan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Sunter, Jakarta Utara,

Hadits-hadits Dakwah

  Kewajiban Dakwah 1)       مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرٍ فَاعِلِهِ (رواه مسلم) “Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya” 2)       مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ . ( وراه صحيح مسلم) Rasulullah pernah bersabda: “ Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, apabila belum bisa, maka cegahlah dengan mulutmu, apabila belum bisa, cegahlah dengan hatimu, dan mencegah kemungkaran dengan hati adalah pertanda selemah-lemah iman ” HUKUM BERDAKWAH 1)       اَنْفِذْ عَلَى رَسُلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ اُدْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ وَأَخْبِرْهُمْ بـِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللهِ فِيْهِ فَوَاللهِ لِأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ )  (رواه البخارى) “Aj

Ayat dan Hadits Tentang Komunikasi Efektif

Bab I Pendahuluan Dalam perspektif Islam, komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-Quran dan hadis (sunah Nabi).  Dalam Al Qur’an dengan sangat mudah kita menemukan contoh kongkrit bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hambaNya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga memberikan kebebasan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadits. Baik hadits itu bersifat Qouliyah (perkataan), Fi’iliyah (perbuatan), Taqrir (persetujuan) Rasul, kemudian ditambah lagi dengan lahirnya para ahli tafsir sehingga melalui tangan mereka terkumpul sekian banyak buku-buku tafsir.